Perekonomian AS Membaik, Bagaimana Dampaknya Terhadap Bursa Ekonomi Asia?

1 min read

Pandemi Covid-19 tak hanya berdampak pada kesehatan seluruh warga dunia, tapi juga terhadap pertumbuhan ekonomi global. 

Amerika Serikat (AS) yang dikenal sebagai negara super power atau adidaya, nyatanya juga harus terseok-seok perekonomiannya menghadapi pandemi yang belum diketahui kapan akan berakhir.

Perekonomian AS menjadi tolok ukur bagi negara-negara di dunia, setiap kebijakan yang dikeluarkan pemerintah AS di bawah komando Presiden Joe Biden tersebut pasti akan banyak berpengaruh terhadap stabilitas ekonomi dunia.

Namun, berdasarkan data terbaru yang dirilis pemerintah AS, perekonomian Negeri Paman Sam ini mulai menunjukan perbaikan. 

Terkait soal inflasi, data tahunan menyebut masih dalam kondisi stagnan, yaitu 5,4 persen pada Juli 2021. Sedangkan secara bulanan naik 0,5 persen dari 0,9 pada bulan Juni 2021.

Saham-saham Asia terpengaruh oleh perekonomian AS

Perekonomian AS yang mulai membaik tampak memberikan sentimen positif bagi bursa saham Asia. Sejumlah saham terpantau hijau alias naik pada perdagangan Senin, 6 September 2021 kemarin. 

Suku bunga acuan yang dikeluarkan Bank Sentral AS atau The Fed yang hingga kini masih rendah ditambah dengan lebih banyaknya stimulus yang diberikan AS kepada Jepang dan China menjadi penguat indeks saham Asia beberapa waktu ini.

Saham di Asia yang ikut terpengaruh terhadap kebijakan di AS, salah satunya Nikkei di Jepang yang mengalami kenaikan 1,8 persen pada perdagangan senin kemarin. Angka tersebut menjadi yang tertinggi selama lima bulan belakangan ini.

Tak hanya Jepang, China juga kebagian untung dari membaiknya ekonomi di AS yang terbukti dengan naiknya sejumlah saham blue chips sebesar 1,7 persen saat spekulasi Beijing akan menggandakan stimulus lewat kebijakan fiskal dan moneter.

Selanjutnya ada Nasdaq berjangka yang naik tipis di level 0,1 persen dan S&P 500 berjangka tetap stabil sama seperti penutupan Jumat pekan lalu. 

Berikutnya masih ada Euro Stoxx 50 berjangka dan FTSE berjangka yang naik perlahan-lahan dari pekan sebelumnya saat penutupan perdagangan.

Tidak semua saham Asia terpengaruh efek positif

Tidak semua saham di Asia mendapat sentimen positif dari pertumbuhan ekonomi AS. 

Nyatanya sejumlah bursa saham di Asia ikut terkoreksi pada sesi awal perdagangan pekan ini, meski bursa saham yang terkoreksi tidak turun secara signifikan.

Misalnya saja saham Kospi Korea Selatan yang terkoreksi 0,13 persen pada awal sesi perdagangan senin lalu. Selanjutnya ada saham Asia Pasifik MSCI di luar Jepang anjlok 0,07 persen. 

Para investor sendiri masih akan melihat sejumlah kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah AS, salah satunya terkait pengupahan pada September ini. 

Perekonomian dan Stimulus AS Beri Dampak Positif Bursa Asia

Laporan teranyar menyebut terjadi penurunan jumlah pekerja AS, meskipun pengupahan di sana terjadi kenaikan.

Bursa saham Indonesia terpantau baik pada awal perdagangan

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG pada 7 September 2021 dibuka menguat di angka 0,23 persen pada level 6140,17. 

Masuknya IHSG ke dalam zona hijau kali ini salah satu terpicu oleh membaiknya penanganan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi dalam negeri melalui sejumlah kebijakan terbaru yang dibuat oleh pemerintah.

Adapun saham-saham yang bisa direkomendasikan untuk dikoleksi menurut Economist PT Panin Sekuritas, Elvita Situmorang, yakni saham perbankan dan cyclical

Untuk saham perbankan yang harus dimiliki adalah BBRI dan BBCA. Sedangkan untuk saham cyclical, Elvita merekomendasikan saham TINS dan LSIP.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *