Michelin Curang Bantu Quartararo Juara Dunia Karena Sesama Prancis? – runganSport

1 min read


Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha) Race MotoGP Silverstone, Inggris 2021 / runganSport © MotoGP.

Banyak pembalap lain mulai curiga dan menuding Michelin membantu Fabio Quartararo menjadi juara dunia, karena mereka sesama Prancis, benarkah?

Paris, runganSport — Pembalap muda asal Nice, Prancis, Fabio Quartararo saat ini sangat konsisten dan mendominasi MotoGP.

Bintang anyar Monster Energy Yamaha itu tengah unggul jauh memimpin puncak klasemen sementara, dengan gap 65 poin atas pesaing terdekatnya asal Spanyol, Joan Mir (Suzuki Ecstar)

Di MotoGP Inggris kemarin ia meraih kemenangan kelimanya musim ini, podium kedelapan pada 2022, selalu berada di tujuh besar kecuali Jerez, dimana dia finis e-13.

Sejauh ini sudah mengumpulkan 206 poin, sangat konsisten, terutama soal manajemen ban, hampir tak pernah mengeluh lagi, dia cepat di sesua sirkuit.

Kondisi ini tampaknya membuat para pesaing Quartararo mulai menaruh curiga dan menuding permainan Michelin, karena sama-sama berasal dari Prancis.

Tapi pihak Michelin punya jawaban tegas atas situasi saat ini, dimana sebagian besar pembalap sering mengalami masalah ban.

“Secara umum kami melihat tingkat penggunaan ban yang lebih tinggi, baik depan dan belakang, dibandingkan dengan sesi Latihan Bebas pada hari Jumat dan Sabtu dan inilah yang menyebabkan penurunan performa ban.

Kami sudah memperkirakan akan ada penurunan performa setelah 10 lap, tapi ternyata jauh lebih awal, untuk beberapa pembalap mulai setelah lima lap,” kata Direktur Michelin untuk MotoGP, Piero Taramasso berbicara kepada GPOne, sebagaimana dimuat Motosan.

Untuk masalah paling baru di balapan terakhir kemarin, kemungkinan karena pengaruh lintasan.

“Silverstone adalah trek yang sangat menegangkan pada ban, untuk bisa konsisten selalu menjadi tantangan di trek itu.

Kami telah tersesat selama dua tahun dan membawa casing balapan baru, diperkenalkan musim lalu, yang belum pernah kami coba di sana.

Kami hanya menemukan keausan penting ini dan dalam beberapa kasus tidak teratur dengan beberapa pembalap, tapi itu tidak terkait dengan jenis motor, sebenarnya ada enam pabrikan berbeda di enam posisi teratas,” jelasnya merujuk hasil balapan kemarin, dimana enam motor dari enam pabrikan berbeda berhasil finis di posisi enam teratas.

Michelin mengaku bahwa ban mereka belum sempurna, berharap bisa lebih baik untuk kedepannya.

“Jelas bahwa kami harus meningkatkan dengan mengantisipasi apa yang bisa terjadi dalam balapan, saya berbicara tentang beberapa aspek; dalam kasus perubahan suhu, jika kecepatan akan lebih cepat atau lebih lambat, apa konsekuensinya.

Jika salah satu dari dua ban di grid. Untuk melakukan semua ini kami harus bekerja lebih baik, terutama di sesi FP4 dengan tangki bensin penuh dan menempul lap sebanyak mungkin secara berurutan. Saya tahu itu tidak mudah karena waktunya mepet, tapi kami punya ide untuk meningkatkan aspek ini dan menghindari membuat keputusan yang buruk,” akuinya.

Lalu bagaimana tanggapan Michelin terhadap tuduhan beberapa pembalap yang mengatakan Michelin mendukung Quartararo sebagai sesama Prancis.

“Ketika ada situasi ini, fantasi orang bermunculan. Misalnya, mereka mengatakan bahwa di pihak Quartararo hal-hal ini (masalah ban) tidak pernah terjadi karena dia orang Prancis, tapi tidak mungkin untuk mendukung atau tidak menyukai seorang pembalap, ban ditentukan dengan lot.

Bahkan tidak benar akan terjadi penurunan anggaran untuk menyelamatakan perusahaan, untungnya perusahaan kami telah menangani keadaan darurat yang disebabkan oleh Covid dengan sangat baik dan dalam keadaan sehat.

Baca: Pengamat Geram Gaya Bar-bar Marquez, Harus Dilarang Balapan

Sebaliknya, kami punya semua teknologi yang tersedia untuk menyelidiki apa yang terjadi,” demikian Taramasso menerangkan dengan jelas. (DN/eV)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *