Simoncelli: Rossi Perkenalkan MotoGP ke Seluruh Penjuru Dunia – runganSport

1 min read


Valentino Rossi (Petronas Yamaha SRT) & Luca Marini (Sky VR46 Avintia) Race MotoGP Red Bull Ring, Austria 2021 / runganSport © PETRONAS SRT.

Valentino Rossi adalah pembalap yang mengenalkan MotoGP ke seluruh penjuru dunia, Italia juga dikenal dengan tiga hal; Pizza, Spageti dan Valentino Rossi.

Roma, runganSport — Pembalap Italia, Valentino Rossi sudah mengumumkan bahwa ia akan pensiun setelah musim 2021 ini berakhir.

Rossi saat ini tengah menjalani tahun terakhir sebagai pembalap, berkompetisi untuk tim Satelit asal Malaysia, Petronas Yamaha SRT.

Performa Rossi tidak lagi menggembirakan, apalagi sepanjang 2021 ini, The Doctor sudah terlalu sulit menembus sepuluh besar.

Kemenangan dan podium adalah dua hal yang mustahil digapai Rossi saat ini, di tengah ketatnya persaingan yang didominasi oleh anak-anak muda, termasuk beberapa murid Rossi sendiri.

Meski tahun depan ia tak akan membalap lagi, bukan berarti Rossi akan langsung meninggalkan MotoGP, sebaliknya Rossi akan sering berkeliaran di paddock sebagai bos.

Karena mulai 2022 mendatang, tim miliknya VR46 akan debut penuh bersama Ducati, yang didukung oleh raksasa minyak asal Arab Saudi, Aramco.

Ayah mendiang pembalap Marco Simoncelli, yakni Paolo Simoncelli menyebut bahwa keluarnya Rossi menandakan akhir dari sebuah era.

“Mereka bilang bahwa waktu hampir habis, dan dalam dua minggu terakhir ini benar-benar habis.

Segala macam hal telah terjadi di Austria yang dingin,” kata Paolo dalam posting blog terbarunya, sebagaimana dikutip Motosan.

Orang-orang di luar Italia mengenal Eropa dengan tiga hal, yakni pizza, spageti, dan Valentino Rossi.

“Keluarnya Rossi dari dunia balap motor adalah akhir dari sebuah era. Seperti Michael Schumacher, seperti Armando Maradona, dia adalah seseorang yang menggerakkan massa, yang telah membangkitkan semangat untuk balap motor di jutaan orang, yang telah membuat olahraga ini dikenal dunia.

Ketika di luar negeri, Italia adalah pizza, spaghetti, dan Valentino Rossi,” tulis pria Italia itu melanjutkan.

“Kami tidak boleh terlalu sedih, dia mendapat banyak dari olahraga ini, dia memberi banyak sebagai balasan, tapi itulah jalan hidup.

Baca: Sudah Pisah, Yamaha Akhirnya Ungkap Kelemahan Vinales

Waktu terus berjalan, tapi apa yang merupakan momen singkat bagi semua orang, dia mampu menangkapnya untuk selamanya membuat sejarah,” demikian pria 70 tahun itu. (DN/eV)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *